PERANNEWS.CO.ID – Pesawaran – Pemkab Pesawaran gerak cepat (gercep) segera membangun jembatan penghubung dari dusun V ke desa induk Sukabanjar Kecamatan Gedongtataan kabupaten setempat yang putus akibat banjir.
Camat Gedongtataan Darlis mengatakan, pihaknya bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesawaran dan Kepala Desa Sukabanjar hari ini telah turun melihat jembatan tersebut dan akan secepatnya mencarikan solusi untuk kembali membangun jembatan itu.
“Kita sudah tinjau langsung jembatan penghubung tersebut, dan akan dibangun jembatan gantung untuk sementara, namun hal itu kalau disetujui oleh masyarakat dan Desa Sukabanjar,” kata Darlis, melalui sambungan telepon, Minggu (2/3/2025).
Menurutnya, kalau jembatan tersebut ingin dibangun secara permanen, harus menunggu anggaran tahun 2025.
“Seperti dikatakan Kadis PUPR tadi, jika ingin dibangun secara permanen harus menunggu anggaran tahun depan, namun jika ingin dibangun jembatan gantung untuk sementara ya bisa segera dibangun,” ujarnya.
Dijelaskan, pihak Pemerinta Desa Sukabanjar ingin dibangun jembatan secara permanen karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya jembatan penghubung untuk dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.
“Kita juga sudah menganjurkan kepada pak kades untuk mengunakan menggunakan Dana Desa (DD) atau bisa juga kolaborasi dengan Pemda karena anggarannya cukup besar. Tapi kalau mau dibangun jembatan gantung sementara ya bisa dibangunkan oleh Pemkab Pesawaran,” jelasnya.
“Tentunya ini merupakan langkah cepat Pemkab Pesawaran untuk membangun jembatan gantung untuk sementara. Ya nanti kita juga akan sampaikan kepada Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat Musrenbang Kecamatan Gedongtataan,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, warga Desa Sukabanjar Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran mengeluhkan putusnya jembatan penghubung di dusun V yang dihuni 109 kepala keluarga (KK)
Anton salah satu warga yang tinggal di dusun V desa setempat mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses warga desa Sukabanjar ke Kecamatan Natar Lampung Selatan yang melintasi lahan perkebunan sawit dan kader PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 7 Rejosari, juga sebagai akses warga desa tetangga.
“Iya jembatan ini merupakan satu satunya akses warga dusun V ke desa induk atau ke desa sebelah,” kata Anton, Sabtu (1/3/2025).
Sementara, Kepala Dusun V Desa Sukabanjar Imam turut membenarkan jika jembatan penghubung di desanya putus.
Menurutnya ambruknya jembatan tersebut sudah dari satu tahun lalu, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas.
sumber : heloindonesia.com
Peran News Akurat dan Terpercaya