PERANNEWS.CO.ID – Bandar Lampung – Penikmat kopi tentu sudah tak asing dengan kopi robusta asal Lampung. Bisa dibilang provinsi ini menjadi salah satu tonggak penghasil kopi robusta dengan rasa kuat yang banyak penggemarnya.
Ternyata kopi jenis ini sudah diolah oleh penduduk Lampung sejak ratusan tahun silam. Dikutip dari detik.com, berikut lima kopi bubuk legendaris asli daerah yang terletak di Ujung Selatan Sumatera ini:
1. Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia
Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya 1911, ada kopi bubuk yang telah lebih dahulu berjaya. Namanya Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia asli dari Lampung.
Kopi bubuk ini diproduksi dari biji kopi lokal yang diambil dari para petani. Kemudian dipanggang dan dihaluskan. Selanjutnya dikemas dengan bungkus kertas cokelat.
Setelah itu, Kopi Cap Bola Dunia dilapisi lagi dengan plastik dan diikat menggunakan tali rafia. Kemasannya ada yang berukuran 250 gram, harganya Rp 45.000-an.
2. Kopi Cap Jempol
Kopi Bubuk Cap Jempol berdiri sejak 1980an, racikannya tak berubah dengan karakter rasa kuat dan aroma harumnya.
Namun kemasannya sendiri berkembang seiring berjalannya waktu. Kopi Bubuk Cap Jempol tak lagi hanya menggunakan kertas cokelat, tetapi sudah ada kemasan plastik guna menjaga kualitasnya. Harganya dipatok murah mulai dari Rp 15.000-an tergantung ukuran.
3. Kopi Bubuk Tjap Kuda
Diproduksi di Kota Metro, ada kopi bubuk legendaris yang pertama kali diracik oleh pasangan suami istri keturunan China, Bong Kui Thiam dan Ibu Ahyuni. Pasangan ini mendirikan Kopi Tjap Kuda pada tahun 1970-an.
Uniknya, berbeda dengan kopi khas Lampung lain Kopi Tjap Kuda justru memilih menggunakan biji kopi arabika lokal. Tak ada bahan tambahan maupun pengawet yang dimasukkan ke dalam kopinya.
Kemasannya pun begitu sederhana, hanya kertas cokelat dengan stempel berwarna biru yang ikonik. Pengemasannya mengandalkan staples untuk merekatkan kemasan di bagian atas.
4. Kopi Bubuk Pesagi
Di Lampung Barat ada kopi yang ditanam di kaki Gunung Pesagi. Kopi yang dihasilkan merupakan robusta lokal yang kemudian dikembangkan oleh para petani setempat.
Sampai akhirnya kopi-kopi yang dipanen tak hanya didistribusikan dalam bentuk green bean atau biji mentahnya saja, tapi juga ada Kopi Bubuk Cap Pesagi yang cukup terkenal bagi masyarakat Lampung.
Penjualan kopi bubuk ini diprediksi sudah ada sejak 1990-an. Kemasannya masih menggunakan plastik sederhana dengan berbagai ukuran dan gambar gunung Pesagi sebagai logonya.
5. Kopi Klangenan
Anto, pria kelahiran Pringombodo pada tahun 1980 mendirikan Kopi Klangenan. Kopi asal Pringsewu, Lampung ini pertama kali dijual Anto pada tahun 2000.
Ia sempat merantau ke Jawa Timur belajar banyak ilmu bisnis. Sampai akhirnya pada 2001 Anto memantapkan komitmennya untuk memproduksi Kopi Klangenan dalam jumlah yang lebih besar.
Klangenan sendiri diambil dari istilah yang berarti ketagihan. Anto berharap bahwa racikan kopi yang dihasilkannya membuat banyak orang ketagihan dan mampu bersaing di pasaran.
sumber : rilis.id
Peran News Akurat dan Terpercaya