Para siswa korban keracunan makanan sedang diperiksa oleh anggota Polresta Bandar Lampung.

Buntut Keracunan Makanan di SDN 1 Durian Payung: 5 Siswa Belum Masuk, Kantin Sekolah Ditutup

PERANNEWS.CO.ID – Bandar Lampung – Sejumlah siswa SDN 1 Durian Payung Bandar Lampung korban keracunan makanan pada Selasa (22/10/2024), sampai hari ini belum masuk sekolah.

Kepala SDN 1 Durian Payung, Sulastri menyebut dari 12 siswa yang dirawat di rumah sakit, sebanyak 7 orang sudah masuk sekolah. Sementara 5 orang lagi kondisinya belum pulih sepenuhnya.

“Sebagian sudah sehat, tapi masih ada yang agak lemas. Dari 12 siswa yang kemarin masuk rumah sakit, 7 orang sudah masuk sekolah,” kata Sulastri saat ditemui Rilis.id di ruang kerjanya, Kamis (24/10/2024).

Sulastri menyebut beberapa siswa masih butuh istirahat. Sementara siswa yang sudah masuk, tidak ada keluhan lagi.

“Nggak ada keluhan, cuma memang ada yang bawaan sakit maag tapi sudah diperiksa, obat juga sudah. Cuma memang beberapa masih mau istirahat dulu di rumah,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan, SDN 1 Durian Payung mengambil langkah tegas dengan menutup sementara kantin sekolah. Selain itu, pedagang makanan keliling juga dilarang berjualan di depan sekolah.

Kondisi kantin SD Negeri 1 Duren Payung Bandar Lampung yang telah ditutup. Foto: Tampan Fernando/Rilis.id

“Pedagang makanan di luar sudah nggak boleh lagi, makanya di luar sudah sepi. Dari dinas juga disuruh agar kantin ditutup juga, takut kita kejadian lagi, waspada saja,” ujar Sulastri.

Namun saat kantin nantinya dibuka lagi, syarat menjual makanan bakal diperketat. Setiap hari pihak kantin wajib melaporkan makanan apa saja yang dijual dan didata menggunakan materai.

“Kantin sekolah harus melaporkan apa saja yang dijual di hari itu, dan bermaterai. Setiap jajanan dilaporkan ke sekolah, lalu kami melaporkan datanya ke Dinas Kesehatan. Harus begitu,” tegasnya.

Rilis.id juga berkesempatan menanyakan langsung kondisi para siswa korban keracunan makanan yang sudah masuk sekolah.

Dari 6 siswa, 5 orang mengaku sudah sehat dan tidak ada keluhan. Namun satu orang siswa berinisial D, mengaku masih mengalami muntah-muntah di sekolah.

“Iya, barusan tadi saya ke kamar mandi karena muntah-muntah. Ini juga masih sakit perut,” ujarnya.

Para siswa menyebut saat dirawat di rumah sakit A. Dadi Tjokordipo, sebanyak 7 orang diperbolehkan pulang di hari itu juga.

Sementara 5 orang lainnya harus menjalani rawat inap, baru diperbolehkan pulang keesokan harinya, Rabu (23/10/2024).

Diketahui, para siswa tersebut dimintai keterangan oleh anggota Polresta Bandar Lampung untuk melengkapi BAP kepolisian.

Ada 3 orang polisi berpakaian sipil yang memintai keterangan. Sebelumnya, polisi juga meminta izin kepada Kepala SDN 1 Durian Payung, Sulastri.

“Kami izin mau menanyakan beberapa pertanyaan kepada para siswa untuk melengkapi BAP kepolisian,” ujar salah satu anggota polisi.

sumber : rilis.id

BACA JUGA :

IKBI PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu Gelar Arisan Bulanan dan Kajian Hari Lingkungan Hidup serta Keamanan Pangan Dunia

Way Berulu, 6 Juni 2026 — Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN I (Persero) Regional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *