PERANNEWS.CO.ID – Bandar Lampung – Pasangan calon Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela mengungkapkan kedekatan keduanya dengan sejumlah politisi PDIP Lampung.
Kedekatan ini terlihat dari momen kebersamaan Mirza dengan Ketua Bappilu PDIP Umar Ahmad saat pelantikan Anggota DPRD Lampung, Senin (2/9). Kemudian, Jihan juga terlihat akrab dengan Anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Lesty Putri Utami.
“Kami akrab dengan semua, walaupun di Pilkada kami jadi rival dengan PDIP tapi bukan berarti harus bermusuhan,” kata Jihan, Selasa (3/9).
Jihan menyampaikan bahwa, Provinsi Lampung memiliki banyak persoalan yang tidak bisa diselesaikan oleh perorangan. Sehingga sangat perlu kolaborasi dan hubungan baik dengan semua pihak.
Pada kesempatan yang sama, Rahmat Mirzani Djausal buka-bukaan soal pemilihan bacawagub yang akhirnya mendampinginya. Dulu, Mirza sempat digadang-gadang akan berpasangan dengan Umar Ahmad hingga akhirnya berlabuh kepada Jihan Nurlela.
Jihan sendiri merupakan Anggota DPD RI terpilih 2024-2029 dengan perolehan suara terbanyak di Lampung, yakni 910.318 suara. Dia juga adik kandung Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik.
Mirza menyebut bahwa, proses pemilihan Jihan sebagai Bacawagub melalui berbagai pertimbangan strategis, terutama mempertimbangkan situasi politik nasional.
“Saya dengan Umar dekat. Dari beberapa komunikasi, kami sempat bersepakat waktu itu inginnya kalau bisa berpasangan dengan Umar. Sebetulnya, Jihan itu pilihan terakhir. Tos (dengan Jihan) dulu biar gak selek,” kelakar Mirza.
“Pilihan terakhir kan, bukan pilihan terpaksa,” seloroh Jihan sambil tertawa kepada Mirza.
Setelah DPP Gerindra memilih Jihan Nurlela sebagai bacawagub, Mirza menyebutkan, pihaknya juga harus bekerja ekstra meyakinkan Jihan untuk mau mendampinginya di Pilgub Lampung.
“Kami waktu itu masih berusaha merayu dia karena DPP Partai Gerindra yakin, Mirza dan Jihan bisa membawa Lampung lebih maju ke depan,” kata Ketua Gerindra Lampung itu.
Untuk diketahui, Mirza-Jihan didukung oleh 7 partai politik parlemen yakni Gerindra, PKB, Golkar, NasDem, Demokrat, PAN, dan PKS. Juga 5 parpol non parlemen, yaitu Prima, Buruh, Gelora, Ummat dan PPP.
Sementara, rival mereka adalah Arinal Djunaidi dan Sutono yang hanya diusung PDIP.
sumber : rmollampung.id
Peran News Akurat dan Terpercaya