Fauzi AT: Jangan Kelola Organisasi dengan Sembrono, KONI Lampung Harus Transparan dan Terbuka

Peran News – Lampung ; Tokoh Karang Taruna, Fauzy Asryad Temenggung atau yang akrab disapa Fauzi AT, memberikan tanggapan terkait kemelut yang terjadi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, di mana sejumlah cabang olahraga (cabor) menyuarakan mosi tidak percaya terhadap Ketua Umum KONI Lampung.

Pengelolaan organisasi harus serius dan transparan

Fauzi menegaskan bahwa dalam mengelola organisasi, termasuk KONI, diperlukan keseriusan dan kerja yang ikhlas, mengingat organisasi ini mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah, yang berarti menggunakan uang rakyat.

“Janganlah kelola organisasi dengan sembrono. Karena ini amanat masyarakat olahraga, dan disupport pendanaan dari pemerintah yang nota bene adalah uang dari rakyat. Jadi semua harus dijalankan sesuai dengan relnya, yaitu AD/ART organisasi,” ujar Fauzi kepada media, Selasa (18/3/2025).

Sebagai mantan anggota DPRD Provinsi Lampung, ia juga menyoroti pentingnya audit eksternal terhadap KONI agar tidak menimbulkan kecurigaan atau fitnah terkait pengelolaan anggaran.

“Jangan hanya diaudit dari internal, tapi juga eksternal. Ini untuk membuktikan bahwa mereka kredibel dalam mengelola keuangan organisasi. Nanti kan juga akan diaudit oleh BPK. Kalau semuanya transparan, kan lebih enak,” lanjutnya.

Jangan takut dikritik, komunikasi harus dua arah

Menanggapi adanya mosi tidak percaya dari beberapa cabang olahraga, Fauzi melihatnya sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Ia mengingatkan bahwa seharusnya KONI bersyukur karena masih ada yang berani mengontrol kinerja mereka, bukan justru menekan atau memusuhi pihak yang mengkritik.

“Justru dengan adanya kritik, diharapkan pengurus sadar bahwa anggotanya mengontrol. Harusnya mereka bersyukur ada yang berani melakukan kritik agar tidak semakin dalam dalam kesalahan organisasi. Jangan malah ditekan dan dimusuhi. Kalian itu kan mitra, KONI dan cabor. Jalin komunikasi dua arah, jangan satu arah,” tegas Fauzi.

KONI harus fokus pada kepentingan cabang olahraga

Sebagai mantan pengurus IPSI Lampung pada tahun 90-an, Fauzi mengingatkan bahwa KONI harus mampu bersinergi dengan cabang olahraga, karena pada dasarnya KONI dan cabor tidak bisa dipisahkan.

“Kalau tidak salah, anggaran KONI yang diajukan ke pemerintah provinsi itu kan untuk cabang olahraga? Jadi KONI sebagai pengelola anggaran harus menyalurkan dana sesuai dengan aturan yang ada. Intinya anggaran itu untuk cabor, bukan untuk hal lain,” katanya.

Fauzi juga menduga bahwa komunikasi yang kurang baik antara KONI dan cabor menjadi salah satu faktor munculnya mosi tidak percaya.

“Mungkin selama ini komunikasi tidak berjalan lancar, dan ada keraguan. Maka timbul mosi seperti itu,” pungkasnya.

 

Editor : Hendi Pratama

BACA JUGA :

KPP HAM Lampung: Apresiasi atas 8 Perda Baru sebagai Arah Kebijakan Pro-Rakyat di Lampung

Selayang Pandang Kebijakan Gubernur Lampung Oleh : Yulizar R Husin Direktur Eksekutif KPP-HAM Lampung Dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *