Foto Istimewa

Giliran Nahkoda Kapal dan Bandit Lautan Uang

PERANNEWS.CO.ID

Oleh : Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar

Pontianak

Setelah berkenalan dengan Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Kerry Chalid, yok kita kenalan lagi tersangka megakorupsi 968,5 triliun.

Ia bukan orang biasa. Ia bukan pegawai kecil yang hanya ikut perintah. Ia adalah sang nakhoda.

Yoki Firnandi. Direktur Utama PT Pertamina International Shipping. Lulusan Universitas Katolik Parahyangan. Magister dari Prasetiya Mulya. Master dari University of Manchester.

Rekam jejaknya gemilang. Kariernya menanjak cepat. Dari seorang Vice President hingga akhirnya menduduki tahta tertinggi di dunia pelayaran Pertamina.

Ia mengendalikan kapal-kapal besar. Ia mengatur pengiriman minyak lintas negara. Ia memastikan energi negeri ini tetap mengalir.

Sungguh membanggakan. Sungguh menginspirasi. Tapi kebanggaan itu ternyata hanya topeng.

Di balik jas mahalnya, di balik senyumnya yang meyakinkan, ada permainan kotor yang merugikan negara.

Korupsi.

Bukan miliaran. Bukan triliunan. Tapi Rp 193,7 triliun! Ini angka lama. Angka baru 968,5 triliun.

Uang sebesar itu hilang dalam pusaran permainan busuk. Kontrak pengiriman dimark up. Biaya dinaikkan. Margin keuntungan dikendalikan. Sebuah skema yang cerdas. Sebuah rencana yang halus. Tak terdeteksi selama bertahun-tahun. Namun keserakahan selalu punya batas.

Kejaksaan Agung bergerak. Penyelidikan dimulai. Fakta demi fakta terungkap. Nama Yoki Firnandi muncul dalam daftar tersangka. Kapal yang selama ini ia nakhodai, kini karam.

Inilah profil Yoki Firnandi. Nama lengkapnya, Yoki Firnandi. Lahir di Jakarta tahun 1980, usia 44 tahun.

Pendidikannya, Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung (2003). Magister Manajemen dari Prasetiya Mulya Business School, Jakarta (2008). Master of Operation, Project, and Supply Chain Management dari University of Manchester, Inggris (2013).

Kariernya, Vice President Commercial & Operation di PT Pertamina International Shipping (2017 – 2019). Vice President Supply & Export Operation di PT Pertamina (2019 – 2020). Director Feedstock & Product Optimization di PT Kilang Pertamina International (2020 – 2022). Direktur Utama di PT Pertamina International Shipping (Sejak 2022).

Luar biasa. Ente yang biasa ngopi tanpa gula hanya ngimpi punya jabatan itu. Ups. Itu saya. Yoki punya jabatan mentereng itu. Sayangnya, jabatan-jabatan penting itu kini berubah menjadi daftar dosa.

Hari itu datang. Surat panggilan tiba di mejanya. Sebuah undangan dari Kejaksaan Agung. Tapi Yoki bukan pria bodoh. Ia tahu cara bermain. Tidak hadir. Tidak merespons. Mungkin berharap badai akan berlalu.

Namun dunia tidak seindah harapan koruptor. Penyidik tak tinggal diam. Mereka menjemputnya. Bukan sebagai tamu kehormatan, tapi sebagai tersangka.

Dari ruang rapat ber-AC ke ruang interogasi penuh keringat. Dari kapal mewah ke mobil tahanan. Dari hotel bintang lima ke jeruji besi.

Yoki kini punya alamat baru. Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Bukan lagi Direktur Utama. Tapi tahanan kasus korupsi.

Tapi kita tahu bagaimana drama ini biasanya berakhir. Para koruptor besar jarang benar-benar jatuh. Dengan jaringan kuat, pengacara mahal, dan hukum yang lentur, mereka selalu punya jalan pulang.

Apakah Yoki akan menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara? Atau apakah ia hanya akan “menginap” sebentar sebelum kembali menikmati kekayaan yang ia timbun?

Kita tunggu saja, wak Satu hal yang pasti,

rakyat makin muak !

Publisher : Timtas M-86 #camanewak

sumber : monitor86.com

BACA JUGA :

IKBI PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu Gelar Arisan Bulanan dan Kajian Hari Lingkungan Hidup serta Keamanan Pangan Dunia

Way Berulu, 6 Juni 2026 — Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN I (Persero) Regional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *