PERANNEWS.CO.ID
Menurut data BPS, 2023 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung sebesar 13.447.660 wisatawan, jumlah ini menjadikannya sebagai urutan kedua tujuan wisata setelah Sumatera Utara. Hal ini patut dijadikan pertimbangan pemerintah daerah untuk mengelola destinasi wisata Lampung agar benar-benar menjadi alternatif pilihan bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dengan posisinya yang strategis di ujung selatan pulau Sumatera, sebagai pintu gerbang bagi pengunjung yang menggunakan moda transportasi darat dan penyebrangan laut dari dan ke Pulau Jawa, destinasi wisata Lampung seharusnya dapat “menangkap” perhatian para pengguna jalur darat untuk beristirahat sejenak dan menikmati berbagai pesona yang ditawarkan. Bahkan, lebih dari sekadar “menangkap”, destinasi wisata Lampung harus menarik para wisatawan dari Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan untuk menjadikannya sebagai pilihan utama destinasi wisata mereka.
Provinsi Lampung memilik beberapa jenis wisata yang dapat menjadi pilihan destinasi wisatawan. Daerah ini setidaknya memiliki tempat-tempat yang menarik, yaitu:
Wisata Pantai. Tempat-tempat pantai di Lampung menawarkan daya tarik dengan pasir putih, air laut yang jernih, dan beragam aktivitas menarik dari hanya sekadar bermain di pingir pantai, berjemur di bawah sinar matahari, berselancar, hingga snorkeling. Beberapa pantai yang populer di Lampung antara lain Pantai Mutun, Pantai Dewi Mandapa, Pantai Sari Ringgung, Pantai Tanjung Setia, Pantai Kalianda, dan puluhan destinasi pantai lainnya. Pantai ini menyajikan keindahan alam yang memukau serta berbagai kesempatan untuk menikmati aktivitas pinggir pantai.
Panjang garis pantai Provinsi Lampung mencapai sekitar 1.105 km, yang terbagi menjadi empat wilayah pesisir utama. Pertama, terdapat pantai barat yang memiliki panjang sekitar 221 km. Kemudian, Teluk Semaka yang membentang sepanjang 200 km. Selanjutnya, Teluk Lampung dan Selat Sunda mencakup area sejauh 160 km. Terakhir, pantai timur menampilkan panjang garis pantai sebesar 270 km. Keberagaman panjang dan karakteristik setiap wilayah ini menunjukkan potensi wisata dan sumber daya alam yang beragam di Provinsi Lampung. Dengan suasana yang menenangkan, setiap pantai memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Wisata Kuliner. Lampung sebagai derah tujuan wisata, menawarkan kuliner yang beragam. Mulai dari bakso, pempek, menu khas seruit, pindang patin, dan oleh-oleh kuliner berupa kripik pisang, kripik singkong, dan aneka jajanan lainnya. Tempat kuliner seperti Restoran Rumah Kayu, Restoran Begadang, atau Kampung Kecil Way Halim, misalnya menjadi tempat yang bisa dijadikan destinasi kuliner saat berada di provinsi ini.
Wisata Sejarah, Lokasi-lokasi bersejarah di Lampung setidaknya memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menggali lebih dalam tentang sejarah dan budaya di provinsi ini. Titik destinasi yang menawarkan wisata sejarah di Lampung antara lain: 1) Museum Lampung di Bandar Lampung. 2) Museum Nasional Ketransmigrasian di Kabupaten Pesawaran 3) Situs Megalitikum Batuberak di Lampung Barat, 4) Situs Batu Bedil di Tanggamus, dan 5) Situs Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur.
Wisata Cagar Alam (Ecotourism) & Taman Nasional adalah bentuk pariwisata yang berkaitan dengan ketertarikan pada keindahan alam, kesegaran udara pegunungan, keunikan hewan langka, serta tumbuhan yang ada di provinsi ini, yang jarang ditemukan di tempat lain. Cagar alam sendiri merupakan kawasan suaka alam yang memiliki keunikan dalam hal tumbuhan, satwa, dan ekosistem tertentu yang perlu dilindungi, di mana perkembangan alamnya berlangsung secara alami. Tempat tujuan wisata cagar alam di Lampung yaitu: Cagar Alam Laut Pulau Anak Krakatau di Lampung Selatan & Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur.
Wisata Petualangan & Edukasi merupakan jenis wisata yang berfokus pada lingkungan, menggabungkan rekreasi yang menyegarkan di alam hijau dengan pengalaman belajar. Tempat yang bisa dikunjugi yaitu, Lembah Hijau, Danau Ranau, atau Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Wisata Religi. Wisata ini menarik bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi lokasi-lokasi religi dan bersejarah guna memperdalam spiritualitas mereka. Destinasi yang bisa dikunjugi adalah Masjid Jami Al-Anwar, Vihara Thay Hin Bio, atau Gereja Katedral Kristus Raja.
Integrasi antardestinasi dan Infrastruktur yang mendukung
Pengelolaan potensi wisata di Provinsi Lampung perlu dilakukan dengan baik untuk memastikan keberlanjutan dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Strategi pengelolaan yang efektif harus melibatkan berbagai aspek, mulai dari pemetaan destinasi hingga penyusunan program pengembangan wisata yang berkelanjutan. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas, pengaturan tata ruang, serta pelibatan masyarakat lokal dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi. Dengan pendekatan yang terintegrasi, potensi wisata pantai Lampung dapat dimaksimalkan untuk mendukung perekonomian daerah.
Integrasi antarsatu titik destinasi ke titik destinasi lainnya perlu disingkronisasi dengan baik, seperti contoh, ketika wisatawan yang menetap atau bermalam di Bandar Lampung, bisa menikmati pantai-pantai dekat seperti Kalianda dan Pesawaran. Namun, mereka juga bisa mengakses tempat-tempat lain yang jaraknya cukup berjauhan seperti di Lampung Timur, Lampung Barat, dan Tanggamus. Di sinilah peran pemerintah daerah untuk menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur menuju titik destinasi.
Infrastruktur yang memadai merupakan salah satu kunci dalam pengembangan pariwisata. Jalan akses yang baik, sarana transportasi yang efisien, serta fasilitas pendukung seperti penginapan dan restoran sangat diperlukan untuk menarik wisatawan. Pembangunan infrastruktur juga harus memperhatikan aspek lingkungan agar tidak merusak ekosistem. Pemerintah Provinsi Lampung bersama dengan pihak swasta, bahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pariwisata—diharapkan dapat berkolaborasi dalam meningkatkan infrastruktur ini, sehingga dapat memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengunjung.
Peran BUMD Lampung
8 Agustus 2022 lalu, Gubernur Lampung saat itu, Arinal Djunaidi, telah menandantangani Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Lampung Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Pendirian Badan Usaha Milik Daerah Perseroan Terbatas (PT) Wisata Lampung Indah (Perseroda) dengan harapan sektor wisata Lampung dapat dikelola oleh BUMD ini dan menciptakan ekosistem pariwisata yang memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Lampung.
Disebutkan bahwa Perseroda ini bertujuan untuk mengelola dan menggerakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Lampung. Bermodal dasar sebesar Rp40 miliyar pada Perda tersebut, dan dengan modal disetor secara bertahap hingga 2027, masyarakat Lampung menaruh harapan pada BUMD pariwisata ini untuk dapat bertumbuh meningkatan ekosistem bisnis pariwisata Lampung dengan baik. Namun, hingga saat ini, Perseroda pendiriannya ini baru sebatas Perda—modal disetor dan kegiatan usahanya belum ada, sejak Perda tersebut diterbitkan 2022 lalu pun, Perseroan ini belum muncul dan memberikan kontribusi bagi daerah.
Peran BUMD dalam sektor pariwisata sangat penting. BUMD pariwisata dapat berperan sebagai pengelola destinasi, penyedia layanan, serta penggerak ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada, BUMD dapat mengembangkan paket wisata yang menarik dan inovatif, berkolaborasi dengan entitas bisnis lokal, nasional, dan multinasional, mengembangkan ekosistem wisata Lampung sebagai lokomotif pendapatan daerah.
Perseroda ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sambil meningkatkan perekonomian lokal melalui pariwisata—multiplier effect-nya adalah munculnya berbagai UMKM yang mendukung sektor pariwisata ini. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BUMD, Lampung dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat terkenal dan berkelanjutan.
Provinsi Lampung memiliki potensi lengkap dalam sektor pariwisata. Dengan pengelolaan yang baik, dukungan infrastruktur yang memadai, dan peran aktif dari BUMD Pariwisata, keindahan pantai-pantai di Lampung dapat menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Melalui upaya bersama, Lampung dapat dikenal sebagai salah satu surga wisata di Indonesia. (*)
Penulis adalah ulun Lampung & dan saat ini sebagai Dosen Luar Biasa MM Universitas Paramadina & Associate Professor di Institut STIAMI.
sumber : rilis.id
Peran News Akurat dan Terpercaya