Ilustrasi pesawat Jepang di era perang dunia kedua. Foto: Wikipedia

Kisah Penemuan Landasan Pesawat Jepang di Lampung Peninggalan Perang Dunia II

PERANNEWS.CO.ID − Bandar Lampung − Satuan Korem 043 Garuda Hitam (Gatam) Lampung pernah dipimpin oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono di tahun 1989. Saat itu ia masih berpangkat Kolonel Infanteri.

Pada masa itu, ada penemuan sebuah lokasi rahasia yang sudah lama ditinggal, yaitu landasan pacu pesawat Jepang peninggalan era perang dunia kedua.

Lokasinya berada di Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan. Sang penemu landasan pacu itu AM Hendropriyono punya karier cemerlang di satuan TNI AD. Ia pernah dipercaya sebagai Kepala BIN RI.

Kisah penemuan bekas landasan pacu pesawat Jepang di Way Tuba itu diceritakan oleh Kolonel Inf TNI (Purn) Sutomo. Saat itu ia menjabat sebagai Komandan Batalyon Infantri 143/ Tri Wira Eka Jaya yang bermarkas di Natar Lampung Selatan.

Kolonel Inf TNI (Purn) Sutomo menceritakan landasan pacu itu ditemukan tidak disengaja. Saat itu dirinya dan AM Hendropriyono sedang berkeliling di Provinsi Lampung untuk melakukan monitoring teritorial tentang keamanan dan gangguan teroris NII.

Dimana saat itu ada kelompok teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) di Lampung telah berhasil ditindak.

“Waktu tiba di Way Tuba, tanpa sengaja kami menemukan sebidang tanah yang datar dan landai. Kami dibantu masyarakat membersihkan tanah datar tersebut pada keesokan harinya,” kata Sutomo, Jumat (2/8/2024).

Setelah dibersihkan dan menelusuri informasi dari para sesepuh di Way Tuba, ternyata sebidang tanah datar itu merupakan landasan pacu pesawat terbang yang dibuat di masa penjajahan Jepang.

Mengetahui informasi itu, pemerintah daerah setempat turut memberikan bantuan peralatan untuk membongkar penemuan itu.

Dari hasil pembersihan, landasan itu berbentuk lapangan yang rata dengan kondisi tanah yang dipadatkan. Lalu Sutomo pun diperintahkan AM Hendropriyono untuk menelusuri seluruh lokasi di daerah itu.

Hasilnya ditemukan adanya bekas landasan pesawat lain yang tersembunyi di dalam hutan. Jumlahnya ada 3 bekas landasan.

“Dari informasi di sana, landasan-landasan itu dibangun untuk menyerang basis-basis Belanda di Sumatera,” kata dia.

Setelah penemuan itu, AM Hendropriyono melaporkan ke Gubernur Lampung dan mengajukan permohonan tanah bekas landasan pesawat Jepang sebagai aset Korem 043/ Garuda Hitam dan akhirnya disetujui.

Namun setelah ditelusuri, ternyata landasan itu terpotong oleh jalur perlintasan jalan. AM Hendropriyono lalu berkoordinasi dan mencari informasi ke Komandan Lanud Astra Ksetra TNI AU Tulang Bawang Lampung. Hasilnya dinyatakan TNI AU tidak memiliki landasan tersebut.

Beliau kemudian melapor kepada Kasad TNI yang saat itu menjabat adalah Jenderal Edy Sudrajat. Kemudian lapangan udara ini dikelola oleh TNI AD sebagai pendukung latihan tempur di Pusat Pelatihan Tempur TNI AD di Baturaja,” jelasnya.

Setelah bekas landasan pesawat Jepang itu ditemukan, pihaknya berkeinginan menggunakannya sebagai lapangan udara, mendukung latihan tempur dan mobilisasi prajurit baik tugas militer dan non militer. Termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan mendesak.

“Masyarakat dan pemda setempat ingin memanfaatkan lapangan udara ini untuk penerbangan sipil. Bahkan sudah pernah ada penandatanganan kerjasama dengan beberapa pihak namun sayang sampai kini belum terlaksana,” jelasnya.

sumber : rilis.id

BACA JUGA :

“Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan Mulai Penjaringan Pengurus Baru Periode 2025-2029, Musorkab Digelar Desember”

KONI Kabupaten Way Kanan telah memasuki proses penjaringan calon pengurus baru untuk periode 2025–2029. Tahapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *